|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Rabu, 23/12/2009 [16:17:03] |
|
| |
Di Depok Peringatan Hari Ibu Di Guyur Hujan |
|
| |
[Depok] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Polwan Jadi Komandan Upacara Hari Ibu ( Photo-Ist) |
|
| |
Depok, Radar Online
Meski di guyur hujan sejak pagi hari tidak menyurutkan semangat kaum ibu untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Ibu yang ke-81 Tingkat Kota Depok di halaman Balaikota Depok, Selasa (22/12) kemarin. Tercatat 35 organisasi perempuan yang ada di Kota Depok turut serta mengikuti upacara tersebut dengan menggunakan seragam khasnya masing-masing.
Dalam keadaan basah kuyup, para ibu-ibu tersebut tetap menyimak dengan seksama seluruh isi sambutan Ibu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Republik Indonesia yang dibacakan oleh Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Isma'il. Bahkan, sebelum membacakan sambutan Menteri tersebut, Walikota Depok terlebih dahulu menyampaikan apresiasi & rasa bangga kepada para ibu-ibu peserta upacara karena tetap bertahan untuk mengikuti upacara tersebut.
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Republik Indonesia dalam sambutannya yang dibacakan Walikota Depok menyebutkan, peringatan Hari Ibu merupakan salah satu upaya mengenang dan menghargai para perempuan yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan Kongres Perempuan Indonesia I tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta serta perrjuangan mereka mencapai Indonesia merdeka dan mempertahankannya.
“Hal ini menunjukkan, kaum perempuan bukan hanya pelengkap dalam memperjuangkan negeri ini, tetapi telah menjadi bagian utama di dalam memajukan kehidupan bangsa di negeri dalam berbagai bidang,” ujar Menteri.
Masih kata Menteri saat ini kaum perempuan masih mengalami diskriminasi. Bentuk diskriminasi yang dimaksud seperti adanya penolakan terhadap peran perempuan di ruang publik, rendahnya anggaran untuk menghapuskan diskriminasi dan kesenjangan gender, rendahnya perhatian untuk memenuhi hak kesehatan reproduksi dan perlindungan kerja serta maraknya peraturan daerah yang diskriminatif terhadap kaum perempuan yang membatasi kiprah mereka.
“Untuk itu,diperlukan suatu strategi pembangunan yang bersifat inklusif dan menghormati pluralisme dalam berbagai program dan kebijakan pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Menteri lagi
Walikota Depok menambahkan, peran perempuan semakin terlihat dan dirasakan. Orang nomor satu di Depok ini mencontohkan keberadaan perempuan di DPRD Kota Depok yang lebih dari 30 persen. Selain itu, di jajaran Pemerintah Kota Depok juga banyak perempuan yang menempati jabatan struktural di eselon II, III dan IV.
“Sekda di Depok pun perempuan,” ujar Walikota sambil memperkenalkan Sekda Hj. Ety Suryahati yang baru saja pulang menunaikan ibadaha haji kepada peserta upacara. (Asep Nasrudin/Humas)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 8306 765 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|