Cari Berita :  
 
blitzmegaplex promo, blitzcard
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/koranrad/public_html/berita on line 153
 
 

Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/koranrad/public_html/berita on line 220
mobi pascabayar
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Politik berita
 
 
 
     
 
Senin, 21/12/2009 [13:03:10]
 
  Tifatul : Buyung Segera Pensiun  
  Fahri: Buyung Itu Aktivis, Kurang Paham Demokrasi  
  [Jakarta]  
     
  Radar Online, Jakarta
Percekcokan antara anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution dan Menkominfo Tifatul Sembiring di media terkait RPP Penyadapan makin ramai. Wasekjen PKS Fahri Hamzah pun turut berkomentar. Pria yang pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial seputar cicak vs buaya ini, membela Tifatul yang merupakan mantan bosnya di DPP PKS.


"Buyung itu aktivis kurang mengerti demokrasi. Bagus kalau kita ajak berdebat tentang demokrasi," kata Fahri di sela-sela rapat Pansus Angket Bank Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2009).

Menurut Fahri, setiap negara demokrasi, tak terkecuali Indonesia harus menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Pengaturan penyadapan lewat RPP, kata Fahri, merupakan salah satu bentuk penghormatan HAM tersebut.

"Karena memang pihak yang gangguin itu memang nggak jelas sih, mereka mau mendukung negara demokratis tetapi menjulurkan otoritarian. Itu kan ngawur. Dalam demokrasi, Anda tidak boleh melanggar HAM," ujarnya.

Tantang Debat

Fahri pun menantang adovakat senior itu untuk berdebat soal demokrasi. Menurutnya, kontrol penyadapan dalam sebuah negara demokrasi yang menjunjung tinggi HAM adalah mutlak dilakukan.

"Bagus kalau kita ajak berdebat tentang demokrasi. Dalam demokrasi, otoritarianisme penyadapan harus dikurangi. Kontrol terhadap penyadapan harus tinggi," ujarnya.

Mengenai ucapan Tifatul yang akan mempensiunkan Buyung dari Wantimpres, jelas Fahri, Tifatul hanya berpantun. Fahri meminta pernyataan mantan Presiden PKS itu tidak terlalu dianggap serius.

"Statemen Pak Tifatul selama ini bukan bermakna denotatif, tapi bermakna konotatif. Jadi biarkan saja, memang begitu," pungkasnya. (Tmn/Ym)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 8306 765
 
 
 
BERITA SEBELUMNYA...
 
DKI Beri Bantuan Hukum ke Pejabat P2B
Di Jakarta Banyak Lampu Lalu Lintas Yang Ruask
Sri Mulyani Mengaku Lapor ke JK
Foke Marahi Kadis KUMKMP Ade
Tinggalkan Acara SBY
 
     
 
Redaksi : Jl Payakumbuh No.11 Lt-3 Manggarai Jakarta Indonesia.Phone 021 - 8306 765 / Fax : 021-8370 5264
© 2006 − 2009 koran-radar.com. All Rights Reserved. Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini.