Cari Berita :  
 
blitzmegaplex promo, blitzcard
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/koranrad/public_html/berita on line 153
 
 

Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/koranrad/public_html/berita on line 220
mobi pascabayar
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Humaniora berita
 
 
 
     
 
Jumat, 23/01/2009 [11:42:39]
 
  Sepak Bola : Wartawan VS KPK  
  Gara-gara Sungkan, Wartawan digulung KPK  
  [Depok]  
     
  Keterangan Gambar : Sepak Bola Wartawan VS KPK  
  Jakarta, KR Online
Wartawan boleh jago mencecar pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi dengan segepok pertanyaan. Lewat berbagai jurus, mereka bisa menggedor pertahanan para pemimpin antikorupsi itu sehingga mau berbicara. Tak ada kata sungkan, bahkan sang wartawan patut berbangga ketika berita yang didapatnya eksklusif. Tapi, di lapangan hijau, saat digelar pertandingan sepak bola antara tim KPK dan wartawan di Jakarta kemarin (19/01), jurus-jurus itu seperti mati kutu. Walhasil, tim wartawan pun keok dengan skor 5-2.

Di lapangan, sebenarnya kedua tim sudah mencoba tampil edan-edanan. Jurus menyerang diterapkan, kiat bertahan pun dipraktekkan. Tengok saja, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Mochamad Jasin, harus terjatuh dua kali untuk bisa menyarangkan bola ke gawang lawan. Haryono Umar, sekondan Jasin di bidang pencegahan, idem dito. Ia pun penuh semangat mengejar si kulit bundar. Tujuannya jelas, keduanya mencegah timnya kalah.

Dari kubu wartawan, usaha menjebol gawang yang dijaga Antasari Azhar, Ketua KPK, bukannya tak ada. Mereka pun rajin menggocek bola. Tapi tangan Antasari ternyata piawai menangkap bola yang mengarah ke gawangnya. Hup.., hup... !! Bola di tangan, gawang pun aman.

Tapi, namanya pertandingan bola, ya, tidak seru kalau tak ada gol. Ismail, wartawan Republika, akhirnya berhasil menjebol gawang KPK. Tapi kemenangan itu tak bisa dipelihara sampai akhir pertandingan. Sempat menang di awal, kemudian satu demi satu gol balasan dari tim KPK merobek gawang wartawan yang dijaga Nugroho dari Bisnis Indonesia. Total jenderal, tim antikorupsi berhasil menyarangkan lima gol. Sedangkan kubu wartawan harus cukup puas mengantongi dua gol saja.

Kok, tim wartawan bisa kalah segitu? "Saya canggung," kata Rachmadin, wartawan dari Detik.com, buka kartu. Sejatinya ia punya kesempatan emas menjebol gawang yang dijaga Antasari, sebelum posisinya ditempati oleh penyidik. Sayang, lantaran didera rasa canggung itu, tembakannya jadi kurang sip. Gawang Antasari pun selamat.

Rupanya, Antasari juga merasa penampilan tim lawan kurang lepas. Ia pun berpikir, "Pasti ada apa-apanya.? Belakangan, pengakuan Rachmadin menjadi kuncinya. Masuk akal jika Antasari heran. "Tadi, waktu saya yang jadi kiper, kok tidak ada yang membobol, ya?" katanya.

Lagi-lagi, Rachmadin buka suara. Selain canggung, ternyata ia sungkan menabrak tubuh Antasari, sang penjaga gawang. Bahkan, saat terpaksa harus menabrak Antasari, Rachmadin menyatakan perasaan tidak enaknya itu. "Saya jadi minta maaf," katanya. Untung, posisi Antasari kemudian diganti penyidik sehingga rasa sungkan itu tak lagi ada. Walhasil, wartawan pun berhasil menggenapkan golnya menjadi dua. Skor akhir, itu tadi, 5-2. Lumayan, daripada 5:0. (Tmn/kpk)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 8306 765
 
 
 
BERITA SEBELUMNYA...
 
DKI Beri Bantuan Hukum ke Pejabat P2B
Di Jakarta Banyak Lampu Lalu Lintas Yang Ruask
Sri Mulyani Mengaku Lapor ke JK
Foke Marahi Kadis KUMKMP Ade
Tinggalkan Acara SBY
 
     
 
Redaksi : Jl Payakumbuh No.11 Lt-3 Manggarai Jakarta Indonesia.Phone 021 - 8306 765 / Fax : 021-8370 5264
© 2006 − 2009 koran-radar.com. All Rights Reserved. Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini.